Jangan Cuma Pakai Aja, Ini Cara Google Maps Deteksi Jalan Macet atau Tidak

Annisa Fadhilah
Kamis 09 November 2023, 10:43 WIB
Ilustrasi Google Maps (sumber: freepik | foto: freepik)

Ilustrasi Google Maps (sumber: freepik | foto: freepik)

Rodaindo.com - Bagi pecinta perjalanan, hobi melakukan road trip atau mereka yang berkecimpung di bidang transportasi, aplikasi Google Maps bisa menjadi alat yang sangat berguna.

Melalui aplikasi peta ini, seseorang dapat menuju ke tujuan tanpa harus berhenti dan bertanya kepada penduduk lokal sekitar.

Tak hanya itu, Google Maps juga mampu memberikan opsi rute alternatif yang lebih cepat serta informasi mengenai kondisi lalu lintas.

Baca Juga: Pertahankan Font Arabic, PO Ikfa Rizky Luncurkan Bus Baru Bodi Laksana

Warna hijau, kuning, dan merah yang digunakan dalam Google Maps untuk menunjukkan lalu lintas yang lancar, agak padat atau sangat padat. Hal ini memberikan bantuan besar bagi para pengguna jalan.

Tentu saja, bagaimana Google Maps dapat memberikan informasi tersebut?

Sensor

Menurut penjelasan dari laman How Stuff Works, Google Maps mengandalkan dua jenis data berbeda untuk menampilkan informasi lalu lintas dan memberikan rekomendasi rute yang lebih cepat.

Baca Juga: Oli Federal Kembali Raih Superbrands Award 2023

Pertama, data historis tentang waktu yang biasanya dibutuhkan untuk menempuh bagian tertentu dari jalan pada waktu dan hari tertentu.

Kedua, data real-time yang dikirim oleh sensor dan ponsel yang melaporkan seberapa cepat kendaraan bergerak saat itu.

Pada versi awalnya, Google Maps hanya menggunakan data dari sensor lalu lintas yang sebagian besar dipasang oleh badan transportasi pemerintah atau perusahaan swasta. Teknologi radar, infra merah aktif, atau radar laser, bersama dengan sensor, dapat mendeteksi ukuran dan kecepatan kendaraan yang melewatinya. Data ini kemudian dikirimkan secara nirkabel ke server.

Baca Juga: Laba Bersih Toyota Global Lampaui Tesla

Informasi dari sensor ini digunakan untuk memberikan pembaruan lalu lintas secara real-time.

Setelah terkumpul, data ini menjadi bagian dari kumpulan data historis yang digunakan untuk memprediksi volume lalu lintas di masa depan.

Namun, data ini biasanya terbatas pada jalan raya dan jalan utama karena sensor biasanya hanya dipasang di rute yang paling sering dilalui.

Crowdsourcing

Mulai tahun 2009, Google beralih ke metode crowdsourcing untuk meningkatkan akurasi prediksi lalu lintasnya. Ketika pengguna ponsel Android mengaktifkan aplikasi Google Maps dengan GPS aktif, ponsel mereka mengirimkan kembali data secara anonim ke Google, memberi tahu perusahaan seberapa cepat kendaraan mereka bergerak.

Baca Juga: Penyebab Motor Keluar Asap Putih Saat Dipanaskan, Salah Satunya Kerusakan Komponen Mesin

Google Maps terus menggabungkan data dari semua mobil di jalan dan menampilkannya kembali melalui garis berwarna pada lapisan lalu lintas.

Semakin banyak pengemudi yang menggunakan aplikasi ini, prediksi lalu lintas menjadi lebih andal karena Google Maps dapat melihat kecepatan rata-rata kendaraan yang bergerak di sepanjang rute yang sama.

Jika Google Maps tidak memiliki cukup data untuk memperkirakan arus lalu lintas untuk suatu jalan tertentu, jalan tersebut akan muncul dengan warna abu-abu pada lapisan lalu lintas.

Dengan mengakuisisi Waze pada tahun 2013, Google juga memasukkan unsur manusia ke dalam perhitungannya mengenai lalu lintas.

Pengguna aplikasi Waze dapat melaporkan insiden lalu lintas, termasuk kecelakaan, kemacetan, dan bahkan alat pengukur kecepatan.

Laporan-laporan real-time ini muncul sebagai titik-titik individu di Google Maps, dengan ikon kecil yang mewakili hal-hal seperti rambu konstruksi, kendaraan terhenti, atau kamera pengukur kecepatan.***

Berita Terkait Berita Terkini
Otostyle23 Februari 2024, 18:28 WIB

PO TAM dengan Julukan Kardus Balap Rilis 5 Unit Baru Jetbus 5

Dikenal dengan julukan Kardus Balap, kesemua unit PO TAM menggunakan warna bodi cokelat dengan livery simpel dan elegan.
PO TAM dengan julukan kardus balap merilis 5 unit barunya. (sumber: Instagram/adiputro_official)
Otostyle23 Februari 2024, 17:35 WIB

SMK, Merek Helm asal India Ramaikan Pasar Dalam Negeri

Produk mereka diperkenalkan di ajang Indonesia International Motor Show atau IIMS 2024.
Helm SMK produk India. (sumber: Instagram/iims_id)
Otofashion23 Februari 2024, 15:58 WIB

Ssst, Ada Motor Kardus di IIMS 2024, Detailnya Mirip Motor Asli

Melalui pendekatan teknologi dan keterampilan, kardus tersebut dijadikan prototype motor yang sempurna.
Motor kardus kreasi Alva Cervo. (sumber: Instagram/iims_id)
Motor23 Februari 2024, 12:38 WIB

Beli Yamaha Nmax Gratis Cicilan 5 Kali

Penawaran menarik diberikan untuk setiap pembelian Yamaha Nmax, baik tipe standara, S Version, maupun Connected ABS.
Motor Yamaha Nmax (sumber: Instagram/iims_id)
Otostyle23 Februari 2024, 11:02 WIB

Momen Ganjar Pranowo Lihat Pameran Otomotif di IIMS 2024, Dibuat Ngiler Moge BMW Edisi 100 Tahun

Aktivitasnya ini diunggah di akun Instagram resmi Ganjar Pranowo, @ganjar_pranowo, Jumat (23/2/2024).
Momen Ganjar Pranowo di ajang IIMS 2024. (sumber: Instagram/ganjar_pranowo)
Otostyle22 Februari 2024, 16:54 WIB

PO Restu Panda Luncurkan Unit Baru Jetbus 5 MHD, Desain Bodi dan Interior Panda Bikin Gemas

Diunggah di akun Instagram Adiputro, dua unit bus dengan bodi full Panda dan segala ornamennya itu menggunakan sasis Hino.
Bus baru PO Restu Panda. (sumber: Instagram/adiputro_official)
Elvi22 Februari 2024, 09:44 WIB

Dilirik Perusahaan Taksi, Mobil Listrik Vinfast Sanggup Tempuh 320 Km

Kemampuan jarak tempuh mobil listrik dalam sekali isi daya atau baterai menjadi pertimbangan membelinya.
Mobil listrik Vinfast. (sumber: Instagram/iims_id)
Otostyle22 Februari 2024, 09:09 WIB

Sering Dianggap Sama, Ini Beda Usher dan SPG di Pameran Otomotif

Lalu ada juga perempuan yang cuma berada di samping kendaraan yang dipamerkan.
Monica, salah satu Usher booth Yamaha di IIMS 2024. (sumber: Instagram/iims_id)
Motor22 Februari 2024, 08:07 WIB

Line-up Lengkap Motor Yamaha di IIMS 2024, dari Lexi 155 sampai Motor Listrik Neos

Keseluruhan produk Yamaha ditampilkan di booth mereka selama ajang ini.
Monica, Usher Yamaha saat menjelaskan line-up apa saja yang dihadirkan di IIMS 2024. (sumber: Instagram/iims_id)
Elvi22 Februari 2024, 07:34 WIB

Sah, Insentif Pembelian Mobil Listrik Kembali Diberlakukan di 2024

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan RI resmi menerbitkan aturan teknis pemberlakuan insentif pembelian mobil listrik berbasis baterai di pasar dalam negeri untuk periode 2024.
Insentif pembelian mobil listrik kembali diterapkan pemerintah di tahun 2024. (sumber: Instagram/iims_id)